Sejarah di Balik Hari Musik Nasional 2022

Sejarah di balik Hari Musik Nasional 2022 – Tanggal 9 di pilih menjadi Hari Musik Nasional 2022 untuk menghormati penulis lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Wage Rudolf Supratman.

Hari Musik Nasional 2022 lahir dari perjuangan WR Supratman dan punya sejarah yang cukup panjang. Atas dasar itulah, pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 10 Tahun 2013.

Dalam momentum Hari Musik Nasional 2022, mari ingat kembali sejarah lahirnya peristiwa ini.

Awal Mula Hari Musik Nasional 2022

Dilansir dari laman Kemdikbud, Hari Musik Nasional 2022 jatuh pada Rabu (9/3/2022) mendatang. Dipilihnya tanggal 9 Maret karena diambil dari tanggal lahir WR Supratman.

Akan tetapi tanggal lahir WR Supratman masih menjadi perdebatan.
Beberapa pihak menyebutkan WR Supratman lahir pada 9 Maret 1903 namun ada pula yang menyebut tanggal 19 Maret.

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional. Keputusan itu tertuang dalam Keppres Nomor 10 Tahun 2013. Keppres itu menyebutkan, musik sebagai ekspresi yang bersifat universal juga multidimensional. Musik juga dipercaya merepresentasikan nilai-nilai luhur kemanusiaan, sehingga mempunyai peran strategi dalam pembangunan nasional.

Karena bertujuan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik Indonesia, meningkatkan kepercayaan diri sekaligus meningkatkan prestasi musik Indonesia, tanggal 9 Maret ditetapkan lah sebagai Hari Musik Nasional.

Hari Musik Nasional 2022 yang sampai saat ini masih diperingati menjadi simbol kebangkitan musik nasional maupun daerah. Dengan peringatan tersebut, diharapkan masyarakat Indonesia lebih mencintai dan menghargai musik tanah air.

Sosok WR Supratman

Lahirnya hari musik nasional tak lepas dari peran WR Supratman. Atas jasanya, hingga kini hari musik nasional 2022 masih di peringati oleh masyarakat Indonesia.
Namun seperti apa sosok WR Supratman dan perjuangannya di ranah musik?

Masih merujuk situs Kemdikbud, tanggal lahir WR Supratman 19 Maret 1903. Penetapan itu berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Purworejo Nomor 04/Pdt/P/2007/PN PWR pada 29 Maret 2007. Putusan itu disetujui oleh keluarga WR Supratman.

Karir WR Supratman dalam bidang musik tak lepas dari peran kakak iparnya W.M. Van Eldick. Saat berulang tahun yang ke-17, kakaknya memberikan hadiah biola. Dia bersama kakaknya pun mendirikan grup jazz band bernama Black And White.

WR Supratman yang pandai dalam bermusik membuatnya menciptakan lagu-lagu perjuangan. Salah satu lagu ciptaannya yakni Indonesia Raya.

Karier WR Supratman terus menggeliat. Puncaknya, pada tahun 1924 saat ia pindah ke Bandung dan memulai karier sebagai wartawan di surat kabar Kaoem Moeda.

Selang setahun, dia pindah ke Jakarta dan menjadi wartawan di koran Sin Po. Sejak saat itu, dia rajin menghadiri rapat-rapat organisasi pemuda juga rapat partai politik yang diadakan di Gedung Pertemuan Batavia. Sejak saat itulah, WR Supratman berkenalan dengan tokoh-tokoh pergerakan.

Selain itu WR Supratman juga terlibat pada Kongres Pemuda Kedua. Di sanalah, untuk pertama kalinya beliau memperdengarkan lagu Indonesia Raya dengan iringan biolanya.

Lagu itu dibawakan di hadapan seluruh peserta Kongres Pemuda. Dia membawa lagu Indonesia Raya tersebut tepat saat sebelum di bacakannya putusan Kongres Pemuda atau Sumpah pemuda.

Berkat jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, WR Supratman mendapatkan berbagai penghargaan. Beberapa di antaranya seperti:

Pemindahan dan perbaikan makam
Mendapat Anugerah Bintang Mahaputra Anumerta III
Dianugerahi gelar “Pahlaean Nasional”
Dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra Utama kepada W.R. Supratman