Plus Minus Kuliah Pendidikan Vokasi – Bagi yang belum tahu, kuliah di perguruan tinggi itu tidak selalu harus mengambil pendidikan akademik, tetapi ada juga pilihan yang dinamakan pendidikan vokasi.

Sebenarnya, kedua jenis pendidikan di perguruan tinggi ini memiliki level yang setara. Namun, dalam pelaksanaan perkuliahan terdapat beberapa perbedaan yang cukup signifikan. Begitu pun dalam hasil output lulusannya.

Apa itu kuliah vokasi?

Sebenarnya, apa itu pendidikan vokasi? Mengapa pendidikan ini tidak begitu populer jika dibandingkan jenis pendidikan lainnya di tingkat perguruan tinggi?

Dilansir dari laman Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, vokasi merupakan pendidikan tinggi yang lebih fokus pada praktik kerja yang dapat menunjang keahlian di bidang studi tertentu. Jadi, kuliah vokasi itu memang lebih mengutamakan ilmu-ilmu praktis yang benar-benar bisa langsung diterapkan di dunia kerja.

Jika diibaratkan sekolah menengah, kuliah vokasi itu seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sedangkan pendidikan akademik itu seperti Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sistem pembelajaran keduanya memang berbeda, tapi berada di tingkat yang sama. Kompetensi yang dimiliki oleh lulusannya pun berbeda. Demikian juga dengan kuliah vokasi jika dibandingkan dengan pendidikan akademik. Karena itu, kuliah vokasi adalah pilihan yang cukup direkomendasikan untuk orang yang ingin bisa segera terserap di dunia kerja.

Perbedaan Pendidikan Vokasi dan Kuliah Lainnya

Disegi jenjang pendidikan sekolah vokasi memiliki beberapa jenjang,. Yaitu D1 atau Ahli Pratama (lama kuliah satu tahun), D2 atau Ahli Muda (lama kuliah dua tahun), D3 atau Ahli Madya (lama kuliah tiga tahun), serta D4 atau Sarjana Terapan (lama kuliah empat tahun).

Sementara dalam pendidikan akademik ada jenjang S1 atau Sarjana, S2 atau Magister, dan S3 atau Doktor. Perbedaan jenjang ini pun selanjutnya berpengaruh pada penerapan kurikulum yang digunakan.

Bagi mahasiswa vokasi, kurikulum yang digunakan lebih mengutamakan praktik daripada teori. Sementara itu, bagi para mahasiswa akademik, penguasaan ilmu secara mendalam lebih ditekankan. Dengan begitu, mereka akan mempelajari banyak teori demi bisa memahami ilmu yang dipelajari dengan baik.

Intinya, pendidikan vokasi adalah pendidikan yang diselenggarakan untuk menyiapkan sumber daya yang terampil, sementara pendidikan akademik menyiapkan sumber daya ahli pada suatu bidang tertentu.

Plus Minus Kuliah Pendidikan Vokasi

Di masyarakat luas, kuliah vokasi sudah mulai banyak diminati sekarang ini. Hal ini tak lepas dari kian meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap berbagai kelebihan yang dimiliki program vokasi.

Seperti misalnya, kuliah vokasi memungkinkan seseorang untuk lebih cepat lulus dan segera mendapat pekerjaan. Ilmu yang dipelajari pun lebih spesifik dan practicable. Selain itu, kemungkinan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi pun juga tetap bisa dilakukan.

Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih memandang pendidikan vokasi di Indonesia dengan sebelah mata. Hal ini tak lepas dari berbagai kekurangan yang dimiliki oleh sekolah vokasi. Contohnya, pendidikan ini lebih fokus menyiapkan sumber daya dalam hal teknis yang sesungguhnya dalam bidang-bidang tertentu juga bisa diisi oleh lulusan SMK.

Di samping itu, jika dibandingkan dengan pendidikan akademik, jumlah beasiswa yang ditawarkan untuk mahasiswa vokasi lebih sedikit sehingga persaingan untuk meraihnya akan makin ketat. Padahal, biaya kuliah vokasi umumnya jauh lebih mahal karena terdapat banyak praktikum.

Pemegang kebijakan di lembaga studi vokasi perlu menyediakan fasilitas yang mumpuni sesuai jumlah biaya yang harus dikeluarkan mahasiswa. Jika diperlukan, lembaga bisa mengajukan pinjaman modal kerja kepada Pintek guna memenuhi kebutuhan tersebut. Pinjaman dari Pintek memberi berbagai keunggulan; salah satunya bunga yang flat sehingga tidak akan memberatkan Anda saat mengangsurnya.

Contoh Pendidikan Vokasi

Ada banyak kampus ternama di Indonesia yang menyelenggarakan jurusan sekolah vokasi bagi para calon mahasiswa. Seperti di Universitas Indonesia (UI) Depok, dengan jurusan Fisioterapi, Perumahsakitan, Administrasi Perpajakan, Periklanan, dan lain-lain.

Di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, terdapat jurusan Teknologi Rekayasa Internet, Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, Teknologi Rekayasa Elektro, dan sebagainya. Di kampus-kampus lain pun demikian, ada banyak program vokasi yang bisa dipilih.