Pangeran Antasari, Pejuang Perang Banjar

Pahlawan nasional sebelum kemerdekaan ada banyak sekali. Salah satunya adalah Pangeran Antasari.

Sosok Pangeran Antasari tidak bisa dilepaskan dari berlangsungnya Perang Banjar yang terjadi pada 1859-1905.

Perang Banjar merupakan perlawanan rakyat Banjar terhadap Belanda. Perang ini merupakan salah satu aksi perjuangan bangsa Indonesia yang menolak penjajah.

Interaksi antara Belanda dan Kesultanan Banjar menimbulkan permasalahan di mana perlawanan Pangeran Antasari menjadi puncaknya.

Pangeran Antasari Pejuang Perang Banjar berikut biografinya.

Kelahiran Pangeran Antasari

Pangeran Antasari lahir di Kayu Tangi, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada tahun 1979. Ia merupakan bagian dari keluarga besar Kesultanan Banjar.

Pangeran Antasari merupakan keturunan dari Sultan Tachmidullah atau yang dikenal juga sebagai Panembahan Kuning.

Ayahnya merupakan Pangeran Masohut (Mas’ud), sedangkan ibunya Gusti Hadijah. Pangeran Antasari memiliki adik perempuan bernama Ratu Antasari (Ratu Sultan).

Pada tahun 1862, Pangeran Antasari diangkat sebagai pemimpin pemerintahan tertinggi, menggantikan ayahnya yang ditangkap dan dibuang oleh Belanda. Belanda memecah belah rakyat Banjar dengan cara mengadu domba.

Perjuangan Pangeran Antasari dalam Perang Banjar

Dalam buku Pangeran Antasari (1993) oleh M Idwar Saleh, pada bulan Mei 1859, Pangeran Antasari dan pasukannya berhasil menduduki seluruh wilayah Martapura. Pangeran Antasari memiliki pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat Banjar.

Ditengah perjuangannya melawan Belanda, justru Belanda semakin gencar melakukan politik adu domba. Sehuingga lingkungan kerajaan menjadi terpecah belah dan rakyat Banjar saling bermusuhan.

Dengan penuh keprihatinan melihat kondisi rakyatnya, Pangeran Antasari menyerang tambang batu bara di Pengaron. Serangan tersebut kemudian dikenal dengan Perang Banjar.

Pangeran Antasari berhasil menaklukkan Belanda di Gunung Jabuk. Melihat serangan Antasari yang semakin kuat, Belanda akhirnya menyerah dan berniat melakukan damai serta kerja sama. Namun, niat tersebut ditolah Antasari yang tidak ingin berkompromi dengan penjajah manapun, termasuk Belanda.

Wafatnya Pangeran Antasari dan mengapa ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional

Meski usianya sudah tua, Pangeran Antasari tidak pernah berhenti berjuang melawan penjajah. Ditengah-tengah perlawanannya, terjadi wabah cacar yang menyebar di seluruh Banjar. Pangeran Antasari dan pasukannya juga terjangkit wabah tersebut.

Dan pada akhirnya, Pangeran Antasari wafat pada 11 Oktober 1862 karena penyakit cacar yang kala itu mewabah di Kalimantan Selatan. Ia wafat ketika mempersiapkan serangan besar-besaran terhadap Belanda.

Beliau dimakamkan di Taman Makan Perang Banjar, Banjarmasin Utara.
Pangeran Antasari mendapat gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional pada tanggal 27 Maret 1968 karena jasa-jasanya. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Presiden RI No. 06/TK/1968.

Demikianlah biografi singkat Pangeran Antasari. Semoga pribadinya yang sederhana dan pantang menyerah, dapat menginspirasi kamu!